Kamis, 14 Maret 2013

0
Gangguan dan kelainan pada sistem pencernaan

Gangguan pada sistem pencernaan dapat disebabkan faktor luar seperti pola makan yang salah, toksin bakteri, dan faktor dalam seperti kelainan alat pencernaan makanan. Gangguan tersebut antara lain adalah apendistis,  diare, disfagia, enteritis, kolik, konstipasi, muntah muntah,  ulkus, parotitis, peritonitis, kanker lambung dan kolitis

1. Apendistis atau biasa disebut usus buntu adalahperadangan pada apendiks (umbai cacing) yang disebabkan infeksi bakteri.
2. Diare adalah Gangguan penyerapan air di usus besar sehingga ampas makanan yang dikeluarkan dari tubuh berwujud cair.
3. Disfagia adalah kerusakan lambung karena alkohol atau racun.
4. Enteritis adalah peradangan pada usus halus ataupada usus besar yang disebabkan bakteri.
5. Kolik adalah rasa sakit berulang ulangyang disebabkan kontraksi otot dinding lambung yang kuat.
6. Konstipasi adalah sulit buana air besar karena; enyrapan air di kolon telalu banyak biasa juga disebut sembelit.
7. Ulkus atau radang lambung adalahperadangan dinding lambung akibat produksi hcl yang lebih banyak jika dibandingkan jumlah makanan yang masuk.
8. Parototis / gondong adalah radang kelenjar parotis oleh virus.
9. Peritonitis adalah radang pada selaput perut.
10. Kolitis atau radang usus besar gejalanya berupadiare kram perut atau konstipasi bahkan dapat terjadi pendarahan dan luka pada usus.

Read More

Minggu, 10 Maret 2013

0
Kategori obat tradisional

Obat tradisional adalah obat alam yang dikembangkan dari tanaman tanaman obat untuk kesehatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan ( badan POM) telah membagi obat tradisional menjadi tiga kategori.
Kategori pertama jamu yaitu obat tradisional yang berasal dari tanaman obat asli. Resepnya didapat dari resep nenek moyang, seperti jamu cabe puyang, beras kencur, dan lain lain. Jamu sudah dipakai secara turun temurun dan khasiatnya juga sudah diketahui namun belum melewati uji pada hewan (ujui pra klinis) dan uji pada manusia (uji klinik.
Kategori kedua herbal terstandar. Bahan bahan jamu yang sudah melalui penelitian pada hewan uji masuk dalam kategori ini. Selain khasiat, dosis keamanan dan efek sampingnya jelas,  bahan bahan yang digunakan dalam produk jadi pun sudah ada standarisasinya dan memenuhi persyaratan mutu yangberlaku.
Kategori ketiga fitofarmaka. Tingkatnya lebih tinggi dari jamu dan herbal terstandar karene sudah melewati uji pra klinik dan uji klinik. Karena sudah ada klrifikasi ilmiahnya.

Read More